Monday, March 30, 2015

Bila Cinta Dan Benci Bertembung

Hati kau boleh berubah
Bila di lain kau lihat indah
Hati aku boleh mengalah
Bila kecewa tak sudah-sudah
Peluang di depan jangan dibiar punah
Hati mu kini ditangan untuk aku jamah
Punya masa punya tika
Tak bermakna jika tiada turut serta

Hentikan segala balah
Yang kita tak tahu betul atau salah
Aku boleh ragakan sejuta wajah
Walau satu pun kau tak pernah kisah
Namun bila yang benar dianggap entah
Tamparannya....realiti yang bernanah

Tiap masa, tiap ketika
Aku rasakan tiap cinta yang tercerna
Pulihkan segala sengketa
Bila cinta dan benci bertembung rasa

Sunday, March 22, 2015

Hati

Hati yang belum terisi
Adakah ia sendiri?
Hati yang sudah di miliki
Adakah ia benar-benar dicintai?
Pertanyaan demi pertanyaan
Adakah ia sebenar wujud kejadian?
Hati ini penuh persoalan
Hati ini masih belum  jumpa pengertian
Bukannya kerana kesetiaan
Bukannya kerana layanan
Hati ini sebuah misteri melalikan
Kalau ini terus berterusan
Ada hati yang yang akan terbiar kesakitan

Thursday, March 19, 2015

Pilihan Mu

Pada mata mu
Terpampang dua jala yang berseteru
Yang tak akan tembus temu
Pilihan harus kau buat lalu
Berbeza arah berbeza laku
Tak keduanya dapt kau gapai selalu
APatah lagi dalam melulu

Inilah dunia
Pincang dalam suka
Senyum tak akan gambarkan hati jiwa
Tak teroka oleh minda
Pilihlah yang mana ka rasa selesa
Pada mana yang lebih menyentuh jiwa
Dan ingat dan berwaspada
Waktu kau fikir ia sudah sempurna
Takdir itu akan beri lencongan yang kau tak sedari dari mana

Wednesday, March 11, 2015

Lapang Dada





apa yang salah dengan lagu ini

kenapa kembali ku mengingatmu

seperti aku bisa merasakan

getaran jantung dan langkah kakimu

kemana ini akan membawaku



kau harus bisa bisa berlapang dada

kau harus bisa bisa ambil hikmahnya

karena semua semua tak lagi sama

walau kau tahu dia pun merasakannya



di jalan yang setapak kecil ini

seperti ku mendengar kau bernyanyi

kau tahu kau tahu rasaku juga rasamu huuu



kau harus bisa bisa berlapang dada

kau harus bisa bisa ambil hikmahnya

karena semua semua tak lagi sama

walau kau tahu dia pun merasakannya



kemana ini akan membawaku

aku takkan pernah tahu



kau harus bisa bisa berlapang dada

kau harus bisa bisa ambil hikmahnya

karena semua semua tak lagi sama

walau kau tahu dia pun merasakannya



mengirim cahaya untukmu





Adakalanya kita perlu akur

Bukan bermakna mundur

Tetapi hidup ini tak akan berundur

Untuk kehidupan yang hanya bersadur

Bagaimana Hatimu

Apa khabar
Jantung aku ini masih berdebar
Saat nama mu minda ku papar
Aku tak mampu hindar
Biar hatiku ini kini pijar
Rindu ku kian menjalar
Dan kini mula merasuki seluruh tubuh ku yang hingar

Hatimu
Aku masih tahu
Adakah ada di dalamnya susuk aku?
Aku masih berharap selalu
Agar kau terus ingat pada ku

Bagaimana hatimu
Mampukan aku inap dalamnya tanpa lalu
Atau ruang itu sudah ada yang menunggu
Dia yang kau nanti tanpa jemu
Tidak mengapa kalau begitu
Aku pergi dulu

Tuesday, March 10, 2015

Sebelum Tiga Dan Lima

Sebelum tiga dan lima
Ingin aku ucapkan cinta pada semua
Takut takut lupa dalam berkata
Atau lena dalam celik mata

Sebelum tiga dan lima
Ingin aku lepaskan cerca
Sudah lama berkampung di dada
Bagi semua yang enggan pada cinta
Hanya mahu pada khayal dunia

Sebelum tiga dan lima
Ingin aku pinta ampun pada berjasa
Melihat ku dengan dua mata
Membelai ku dengan jari lima dan lima
Tidak terbalas apa yang ku cuba
Walau dengan wang berjuta

Sebelum tiga dan lima
Padaku aku lontar kata
Jadilah manusia
Bukan orang yang mencukup kira
Hidup ini tidak lama
Mungkin tiga dan lima ini yang terakhir ada

Sunday, March 8, 2015

Di Keramaian Itu

Mata ku liar mencari
Kalau kalau dirimu muncul nanti
Bergincu merah sudah pasti
Dan aku tetap sabar menanti
Dengan harapan yang tinggi

Dan bila berharap berbunga hati
Bakal ada kecewa nanti
Bila kau tak muncul muncul lagi
Seukir senyum yang amat aku rindui
Kenapa aku masih begini
Bila mungkin hatinya sudah tak tersua lagi

Di keramaian itu
Aku tetap seorang sunyi
Menyanyi lagu terhibur sendiri
Esok tak akan muncul lagi
Bila harapan terpatah seri